SILAHKAN LINK BISA DIUNDUH DI SINI.
Contoh Makalah, Makalah Terbaru, Laporan, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Makalah Bahasa Indonesia, Puisi, Cerpen, Karya Sastra, dan lain-lain.
Rabu, 12 Februari 2020
Rabu, 28 Februari 2018
MEMBACA SAMPAI KEDALAMAN
“Lantas
apakah kau rela mati jika tak diizinkan membaca? Bagaimana dengan usiamu yang
semakin mempersempit jarak dengan kematian? Apa kau masih mau malas membaca?”
Perjumpaan
dengan Buku-buku.
Detak
detik jam yang berbunyi tak lagi kuhiraukan. Aku semakin larut tenggelam pada sihir
kata. Buku. Paragraf demi paragraf luntur sudah di mataku, dan tentu
cerita-cerita fiksi telah menghidupi malam-malamku. Belum terlalu lama aku
mencintai buku, seperti aku mencintai seorang perempuan. Di awal usia
duapuluhan, mungkin. Aku hanya seorang pemuda desa yang berlagak hidup di kota,
berpura-pura gaul, berpura-pura pintar, namun satu buku pun belum pernah ada
yang kuselesaikan semenjak bangku TK. Tak terkecuali buku pelajaran dan LKS. Beberapa
tahun mengembara di Yogyakarta, aku mulai mengenal buku. Belajar membaca secara
istiqomah. Baik buku fiksi maupun non-fiksi.
Baik buku yang tertulis, atau “buku” yang masih berupa perwujudan nyata di
lingkungan sekitar.
Senin, 12 Februari 2018
MATERI JENIS-JENIS MAKNA KATA
Berikut ini materi tentang jenis-jenis makna kata.
Unduh di sini versi ms word.
Terimakasih.
Sumber dari https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-makna-kata
Unduh di sini versi ms word.
Terimakasih.
Sumber dari https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-makna-kata
Rabu, 16 Agustus 2017
KUPUTUSKAN UNTUK MENYURATI WONOSOBO
“Jika
aku rindu, maka kuputuskan untuk menyurati Wonosobo”
“Maka
nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?” Aku tak akan pernah berkhianat jika megana dan tempe kemul adalah salah satu kenikmatan Tuhan yang berada di Wonosobo.
Aku suka menghabiskan sore dengan
menikmati semilir angin yang risik, angin yang mengingatkan masa kecil
sekaligus masa lalu di Wonosobo. Kota yang selalu memberikan rasa rindu jika
gerimis mulai berguguran dari langit, dan jika hujan telah jatuh maka rindu tak
lagi menjadi sebuah kata. Sementara aku hanya seorang sarjana pendidikan yang
baru lulus sekitar satu tahun lalu. Seorang pemuda yang hanya menghabiskan
waktu untuk menulis puisi atau sekadar membaca buku-buku puisinya Sapardi Djoko
Damono.
Kamis, 09 Maret 2017
SEBUAH CATATAN PERJALANAN YANG DIPENUHI SUARA DARI SEPI
Kongres Gunung, Kutabawa
Purbalingga, 14 Desember 2016
Jalan dan Lagu
yang Bertolak
Begitu deru
mesin pecahkan sunyi malam, waktu tiba-tiba melesat cepat. Jalan lurus atau
kelokan mendadak mesra dengan dingin selama perjalanan. Gerimis selalu
mempercepat atau melambatkan keinginan untuk sampai pada tujuan. Sebelum itu,
kendaraan tiba-tiba melambatkan lajunya. Benar saja, jalanan penuh lubang dan
digenangi air. Tak terasa hampir satu jam menghabiskan waktu untuk menikmati
lubang dan kubangan air, tentu saja tak sedalam kenangan masa lalu. Hanya saja
lebih menyakitkan jika harus terlambat karena sebuah lubang yang terus menganak
pinak.
Roda menapak
pada batas kota selanjutnya. Kali ini tak ada lagi gerimis, hanya sebuah kota
di lereng gunung Slamet yang menciptakan malam dan sepinya sendiri. Tak ada di
antara kami yang mengetahui pasti tempat akan berlangsungnya acara. Tak ada
siapapun bagi kami untuk bertanya sebuah alamat. Selain GPS memang tidak ada
hal yang pasti, seperti mengharap cinta dari seseorang yang sudah memiliki
belahan hatinya sendiri.
Rabu, 25 Mei 2016
TUHAN DIAM BELAKA (AHMAD TOHARI)
Tuhan Diam Belaka
Oleh Ahmad Tohari
Seorang pemuda dalam perjalanan
menuju suatu tempat. Belum sampai ke tujuan, waktu magrib telah masuk. Maka dia
menghentikan sepeda motornya dekat sebuah surau di tepi jalan. Kebetulan di
sana siap ditegakkan jamaah magrib oleh beberapa orang lelaki, anak-anak dan
perempuan. Seorang lelaki tua bertindak sebagai imam.
Si pemuda cepat mengambil air
sembahyang dan segera bergabung dengan para jamaah dan mengikuti salat magrib
sejak rakaat pertama. Namun kelihatan benar pemuda tersebut tidak khusuk dalam
salatnya. Ia kelihatan gelisah sepanjang salatnya.
Dan salat jamaah pun usai. Namun si
pemuda berdiri kembali dan bertakbir-ikhram. Orang-orang di surau itu mengira
pemuda tadi hendak menegakkan salat ba’da
magrib. Namun para jamaah jadi ragu karena si pemuda salat dengan tiga
rakaat. Setahu mereka salat sunnah ba’da magrib
hanya dua rakaat.
“Salat sunnah Anda kelebihan satu
rakaat,” kata seorang jamaah sambil tersenyum.
“Oh, aku tidak salat sunnah. Yang
baru saja aku lakukan adalah salat magrib,” jawab si pemuda dengan yakin.
Kamis, 03 Desember 2015
JALAN ALTERNATIF MENUJU JALAN SASTRA
Jalan
Alternatif Menuju Jalan Sastra
Oleh Ardy Suryantoko
Bangku perkuliahan merupakan hal yang
dilematis jika dilihat dari beberapa kacamata. Tidak lain tujuan setelah lulus
adalah mendapatkan ijazah dan pekerjaan. Apakah itu saja cukup? Setiap orang
akan memiliki ceritanya masing-masing. Di Yogyakarta banyak berdiri
universitas, entah itu negeri maupun swasta. Tetapi tidak semua universitas
memiliki jurusan sastra atau pendidikan bahasa dan sastra.
Jika menengok pada jurusan pendidikan
bahasa dan sastra, bahwa output yang
ingin dihasilkan adalah munculnya calon pendidik (guru), ahli bahasa, dan ahli
sastra (sastrawan/kritikus sastra) yang tidak ‘abal-abal’. Sementara pada
jurusan sastra sendiri sudah barang pasti harus memunculkan dosen sastra,
sastrawan atau kritikus sastra. Artinya lulusan diharapkan memiliki ilmu pokok
dari jurusan yang sudah ditempuh, yaitu pendidikan, bahasa, dan sastra. Ketiga
hal ini tidak akan pernah dipisahkan di dalam jurusan sastra atau pendidikan
bahasa dan sastra Indonesia, karena merupakan mata rantai yang akan saling
berkait.
Senin, 24 Agustus 2015
CONTOH LAPORAN PPL UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA TAHUN 2014
LAPORAN
KEGIATAN
PROGRAM
PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
DI
SMP MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA
Disusun oleh:
1.
Alivia Novic 11A06045
2.
Ardy Suryantoko 11003146
3.
Devi Bima Arditama 11A06033
4.
Dhewi Handayani 11004245
5.
Dwi Astuti 11004258
6.
Ida Vinny Sudaningsih 11004273
7.
Indah Primaniarta Aji 11003001
8.
Iwan Bachtiar 11004256
9.
Lita Septiani 11003144
10.
Marisna Musyafrudin 11009037
11.
Miko Nugroho 11009041
12.
Murti Sri Rahayu 11A08037
|
13.
Nidya Nurhaida 11004285
14.
Putri Nurmalita Sari 11003064
15.
Rachma Dewi Anjarsari 11A06028
16.
Septiyaningsih 11004255
17.
Setiawan Gusmadi 11009038
18.
Tanjung Rinjani 11A06036
19.
Tedi Hendrawan 11009017
20.
Tyas Erafitrie 11A06041
21.
Vivi Ardyianti Ledy 11A06044
22.
Wahyu Oktamarsetyani 11A06028
23.
Wahyu Sukmajati 11A06032
|
FRAGMEN "SEJARAH" KOTA DINGIN (MEMUSOKAN LADANG YANG SUBUR)
oleh:
Ardy Suryantoko*
ardysuryantoko@yahoo.com
Dingin tercecer di mana-mana, sebuah
isyarat bahwa ini merupakan daerah lereng gunung. Kabut juga tidak begitu
pekat, tetapi rajin datang setelah petang menyengat. Lampu-lampu jalanan yang
khas, dan lubang-lubang jalan yang tidak pernah absen dari pergantian musim. Musim
panas dan musim hujan. Musim rindu dan musim cemburu. Sementara para kembara
sudah berulang kali melewati jalan yang sama. Hanya untuk bertemu atau sekedar
menghabiskan waktu untuk bercakap tentang hal yang itu-itu saja.
Perjalanan memang tak pernah diketahui
kapan awal dan kapan akhir, namun demikian pencarian harus selalu dilakukan.
Salah satu yang dicari dalam perjalanan pulang kali ini adalah mencari kenangan
yang terlupakan. Bukan, dilupakan lebih tepatnya. Beberapa hari menyusuri sudut
kota sudah banyak perubahan, namun secara hakikat nama kotanya masih sama. Dan
bagaimana dengan masyarakatnya, tak terlihat jauh berubah.
Senin, 29 Juni 2015
PUISI-PUISI YANG DIMUAT DI SUARA MERDEKA MINGGU 28 JUNI 2015
Anak-anak Angin
: bocah
gimbal
isyarat
jatuh dari pucuk pinus
bersama
buah-buah kering
dingin
digiring menuju perburuan
tanah-tanah
tercacah
sementara
jiwa semayam
dipendam
pupuk kandang
seperti
lebat kentang
berjejer
di barisan bukit hyang
angin
asyik berlari
habiskan
waktu
terbangkan
bau seledri
bumbui
senja sepi
bocah-bocah
tak henti
bermain
kitiran bambu
berlari
susuri tanah terjal
memintal
jarak
tawa
jatuh di ceruk bukit
bocah
larung
dibawa
anak-anak angin
jejak
imaji, juni 2015
Kamis, 21 Mei 2015
Perempuan yang "Disukai" Lelaki
Perempuan
yang “Disukai” Lelaki
Oleh Ardy Suryantoko[*]
Ada
harum yang semerbak, saat kaki-kaki mungil merambah bahu trotoar sepanjang mata
membentang. Perempuan yang begitu saja lewat tanpa permisi, dengan busana yang aduhai. Harumnya menusuk sampai pangkal
hidung. Dari yang tertutup sampai yang diumbar auratnya. Lelaki mana yang tidak
ingin menggoda dan “memilikinya”. Sudah menjadi hal biasa ketika perempuan
dengan pakaian yang serba mini, dan bukan menjadi persoalan lagi. Sebaliknya,
akan menjadi persoalan ketika perempuan dengan aurat tertutup tetapi menggoda.
Ah, inilah istilah keren saat ini, “Jilboobers”.
Menjamurnya sosial
media dan gadget di golongan perempuan bisa menjadi bumerang tersendiri. Bagaimana
peran sosial media dan gadget sangat berpengaruh besar terhadap tren hijabers.
Merebaknya fenomena ini merupakan salah satu dampak dari kemajuan teknologi dan
ketidakpuasan manusia terhadap apa yang dimilikinya.
Senin, 13 April 2015
Dua Puisi yang Dimuat di Koran Indopos (Minggu, 12 April 2015)
Mata Air Bima Lukar
maka
angin mendengarkanmu
dan
menumpahruahkan tirta
lalu
tangan-tangan kecil menadahi setiap tetes
di
lembah-lembah negeri hyang
di
hulu rahim mata air
yang
mengelinding seperti anak-anak
gunung
asik bermain menanti kabar hujan
maka
angin mendengarkanmu
dua
sendang mengalir
menggulir
suara sumbang resi bima
yang
deras mengucur
membasuh
bebatuan hulu
memikat
drupadi ayu
Sabtu, 28 Februari 2015
RESENSI BUKU "MATAPANGARA" KARYA RAEDU BASHA
Mengembara Identitas Lokal Sampai Global
Judul
Buku : Matapangara
Pengarang : Raedu Basha
Penerbit : Ganding Pustaka
Tahun
Terbit : 2015
Cetakan : Ketiga
Dimensi
Buku : 13 x 19 cm+68 halaman
Harga
Buku : Rp29.000,00
ISBN : 978-602-1638-30-9
Ada wangi Madura yang
begitu khas berbaur wangian negeri asing. Seperti mencari wangi garam sambil
mendengarkan aransemen musik Kitaro, kemudian melayang-layang menjelajah
sahara, melintasi gunung sambi memerangi kesepian di Eropa hingga ke urban
barat penuh warna dunia yang membedah mata. Pelbagai persoalan kehidupan
dikemas dengan rapi, seperti diajak bermain menelusuri lintas negeri dengan
masing-masing wangi yang khas. Menurunkan tempo detak jantung sebelum melepas
nafas panjang.
Sajak “Ternyata Sudah
Sangat Malam” menjadi pembuka yang penuh kegelisahan. Kesepian menggaruki jiwa setelah
lepas dari tanah kelahiran menuju kota rantau. Seperti kesepian, kegelisahan,
dam ketakutan yang dialami oleh Maximalianus di goa Tarthus. Seseorang yang
pernah atau sedang pergi meninggalkan tanah kelahirannya pasti bisa memahami
dan merasakan kegelisahan dalam perantauan. “Pergi
dari sesuatu yang dikasihi, memberi kesempatan kepada seseorang untuk meninjau,
menimbang dan merenungkannya. Pergi dari tanah kelahiran buat sementara, memberi
kesempatan pada seseorang untuk kembali merenungkan hubungannya dengan tanah kelahiran
itu.”[1]
Kamis, 19 Februari 2015
PUISI DIMUAT SUARA MERDEKA (MINGGU, 15 FEBRUARI 2015)
Beberapa puisi yang dimuat di koran Suara Merdeka, pada Minggu, 15 Februari 2015.
Fragmen I
undak petak sawah, tempat angin berlari
menyibak matahari yang mencangkuli
punggung emak bapak
undak petak sawah, tempat harap disemai
menanti rumpun-rumpun sri
mengharap rahim tanah memberi tuai
Fragmen I
undak petak sawah, tempat angin berlari
menyibak matahari yang mencangkuli
punggung emak bapak
undak petak sawah, tempat harap disemai
menanti rumpun-rumpun sri
mengharap rahim tanah memberi tuai
Jumat, 23 Januari 2015
ESAI "SASTRA DAN REALITA MASYARAKAT"
Sastra
dan Realita Masyarakat
Esai Ardy Suryantoko
Sastra adalah intuisi
sosial yang memakai medium bahasa. Teknik-teknik sastra tradisional seperti simbolisme
dan matra bersifat sosial karena merupakan konvensi dan norma masyarakat. Lagi
pula sastra ”menyajikan kehidupan”, dan “kehidupan” juga “meniru” alam dan
dunia subjektif manusia (Wellek dan Austin, 2014: 98). Jadi pada dasarnya
sastra merupakan cermin kehidupan
masyarakat. Terciptanya sebuah karya sastra tidak pernah lepas dari faktor
sosial pengarang dan lingkungan kehidupannya. Karya sastra sendiri bersifat
subjektif pengarang
Kamis, 16 Oktober 2014
KONSEP PENDIDIKAN DARI SUDUT PANDANG ISLAM
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Pendahuluan
Sejarah umat Islam juga telah mencatat
berkembangnya dunia pendidikan yang mengembangkan proses intelektualitas dan
kreativitas dalam ilmu pengetahuan. Pada masa dinasti Umayah umat Islam
mengalami kemajuan yang luar biasa, adanya Perpustakaan, berkembangnya Ilmu
pengetahuan dibidang kedokteran, filsafat, matematika, aljabar menjadi fakta
bahwa saat itu Islam amat mendukung akan kemajuan dibidang pendidikan. Artinya
ajaran Islam mendorong kepada umatnya untuk pintar.
Selasa, 23 September 2014
CONTOH RPP TEKS ANEKDOT (SMA)
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA 2 Wonosobo
Kelas/ Semester : X/1(Ganjil)
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Topik : Teks Anekdot
Pertemuan Ke- :
Alokasi Waktu :
2 x 45
A.
Kompetensi
Inti
KI 1
Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Kamis, 18 September 2014
PENGANTAR PENDIDIKAN ISLAM
Pengantar
Pendidikan Islam
A. Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau
kelompok orang dalam dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
dan pelatihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui
kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/ latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (UU
No. 2
Th. 1989 Tentang SISDIKNAS)
Pendidikan menurut
beberapa pendapat ulama Islam:
1. Ibn Maskawih (421 H.): Pembinaan yang dilakukan
secara serius melalui proposionalitas dengan memperhatikan kapasitas murid
sehingga memperoleh hasil yang dilakukan sejak dini. (Minhaju
al-Quran fi Tarbiyyati ar-Rijal
(ttp:
Maktabah Syirkah,
vet.
I,
1981), hlm. 5.
2. An-Nahlawi dalam Usulu at-Tarbiyah…: Pendidikan adalah kegiatan yang betul-betul
memiliki sasaran, tujuan dan target sesuai dengan syariat agama yang dilakukan
dengan metodologi proposional serta memperhatikan tahapan-tahapan dari
perkembangan anak. Ibid…. an-Nahlawi Usulu at-Tarbiyyah,
hlm.
32.
PENGERTIAN, PELAKSANAAN, DAN MANFAAT TEKNIK AKROSTIK
A. Pengertian Teknik Akrostik
Sudah
jelas bahwa tidak akan ada pembelajaran tanpa ingatan, oleh sebab itu kita
perlu mengetahui sedikit cara ingatan bekerja dan meningkatkannya. Terutama
karena sekitar 70% materi yang telah pelajari hari ini bisa terlupakan dalam 24
jam, jika kita tidak melakukan upaya khusus untuk mengingatnya.Untuk mengingat
materi yang sudah dipelajari, kita perlu merekamnya dengan kuat supaya
meninggalkan kesan, ini perlu tindakan. Oleh karena itu disini akan dijelaskan
terlebih dahulu apa definisi dari teknik akrostik.
Teknik
adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu
metode. Teknik sifatnya lebih praktis yang disusun untuk menjalankan suatu
metode dan strategi tertentu. Dengan kata lain, teknik pada dasarnya
menunjukkan cara yang dilakukan seseorang yang sifatnya lebih bertumpu pada
kemampuan dan pribadi seseorang. Kata akrostik berasal dari kata Perancis
acrostiche dan Yunani akrostichis yang artinya sebuah sajak yang huruf awal
baris-barisnya menyusun sebuah atau beberapa kata.
Adapun
pengertian akrostik menurut beberapa pendapat ialah:
·
Menurut Sutisno akrostik merupakan penggunaan setiap huruf
pertama dari suatu kelompok kata dan suku kata-suku kata lainnya sehingga
menjadi suatu kalimat.
·
Menurut Bill Lucas akrostik adalah sajak atau susuanan
kata-kata yang seluruh huruf awal atau akhir tiap barisnya merupakan sebuah
kata atau nama diri yang digunakan untuk mengingat hal lain.
·
Menurut Mario Seto akrostik adalah kata yang menggunakan
huruf pertama untuk membuat satu frase guna membantu mengingat daftar.
·
Menurut Deasy akrostik adalah mengingat dengan mengambil
huruf depan dari masing-masing kata yang akan diingat.
·
Menurut Markowitz akrostik adalah susunan kata yang tidak
selalu menggunkan huruf pertama dan tidak selalu menghasilkan singkatan dalam
bentuk satu kata, informasi yang diingat dalam akrostik dapat berbentuk kalimat
atau frase tertentu.
Rabu, 17 September 2014
CONTOH RPP TEKS EKSPOSISI (SMP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan
|
:
|
SMP Muhammadiyah 1
Yogyakarta
|
Kelas/ Semester
|
:
|
VII/ Gasal
|
Mata Pelajaran
|
:
|
Bahasa Indonesia
|
Topik/ Tema
|
:
|
Teks Eksposisi
|
Pertemuan Ke-
|
:
|
1-3
|
Alokasi Waktu
|
:
|
6 x 40 menit (3
kali pertemuan)
|
A.
Kompetensi Inti
KI 1
|
:
|
Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
|
KI 2
|
:
|
Menghayati dan mengamalkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
|
KI 3
|
:
|
Memahami, menerapkan, menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
|
KI 4
|
:
|
Mengolah, menalar, dan menyaji
dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
|
Langganan:
Postingan (Atom)
CONTOH RPP TEKS NEGOSIASI (SMA)
SILAHKAN LINK BISA DIUNDUH DI SINI.
-
Sinopsis novel “Ketika Cinta Bertasbih 2” Judul : Ketika Cinta Bertasbih 2 Ukuran buku ...
-
“Lantas apakah kau rela mati jika tak diizinkan membaca? Bagaimana dengan usiamu yang semakin mempersempit jarak dengan kematian? Apa kau...
-
A. Latar Belakang Novel merupakan karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sek...
